Sunday, 12 June 2016

Published 01:19 by with 0 comment

Tour Pulau 1000 Masjid



Minggu pagi sebelum sebelum matahari terlalu menyengat kulit. Perjalanan mengitari pulau Lombok dimulai. Tujuan ganda yang harus didapatkan diataranya  menikmati keindahan alam pulau mungil dan imut dengan sejuta pesona keindahnnya. Tidak berhentinya wisatwan baik lokal maupun mancan negara untuk datang ke pulau ini.

Ratusan titik indah nan cantik di tawarkan di pulau ini mulai dari keindahan alamnya baik di daratan maupun lautnya. Siapa yang tidak kenal dengan Lombok. Baru baru ini pemerintah meningkatkan lagi target kunjungan berwisata ke Lombok tapi dengan label yang berbeda yaitu label halal. Setelah Lombok  menguatkan pondasi diri menjadi daerah wisata halal setelah mendapat kan penghargaan dunia yaitu destinasi World Best Halal Tourism dan World Best Halal Honeymoon dan The World Halal Travel Summit/Exhbition. Kompetisi ini diadakan di Uni Emirat Arab (UEA) pada tahun 2015 yang lalu.

Wisata halal ini tidak terlepas dari fasilitas yang dibutuhkan oleh wisatawan yang di dominasi umat muslim dari seluruh dunia. Fasilitas tersebut mencakup kuliner yang yang aman dan tentunya halal. Selain itu tempat ibadah menajadi prioritas. Ya tidak mengherankan jika Lombok terpilih.  Hisan ribuan masjid diseluruh penjuru memnatapkan Lombok sebagai Pulau Seribu masjid. 

Kemegahan masjid-masjid yang ada di pulau ini tidak terlepas dari kesadaran akan umat islam yang ada di Lombok yang didiami oleh suku Sasak. Makanya kita tidak heran jarak antar masjid kemasjid begitu dekat. Mayoritas masyarakat muslim yang menuntut berdirinya tempat ibadah-ibadah yang ada di pulau ini. Selain itu keramahan masyarakat Sasak menjadi tolak ukur para wisatawan dari Timur Tengah.

Terlepas dari prestasi Lombok dalam meraih wisata Halal. Saya melanjutkan cerita perjalan yang di mulai dari ujung timur Lombok yaitu Kabupaten Lombok Timur tepatnya di Kec. Pringgabaya. Perjalanan yang saya raca tanpa rencana ini didasari keingin tahuan apakah betul seperti yang diceritakan atau sering dikeluarkan selogan bahwa Lombok merupakan daerah Seribu masjid. Apa salahnya KeKEPOAN (sedikit gaul) mengerakkan langkah saya untuk memulai perjalanan. Perjalanan dimulai. Mata ini tidak henti-hentinya menyoroti kiri-kanan jalan. 

Terkesimak Masjid di Lombok Timur.
Masjid Mujahidin Selong

Lombok timur merupakan daerah yang paling padat penduduk di anatara kabupaten/Kota yang ada di NTB. Setiap sudut desa berdiri kokoh masjid megah nan indah. di kabupaten ini bangunan masjidnya begitu modern beda dengan wilayah lain di Lombok. Setiap masjid memiliki menara yang menjulang tinggi. Salah satu contohnya yaitu masjid Mujahidin di Wilayah Selong. Masjid ini selalu ramai dan dijadikan pusat kajian. Halaman yang luas menambah keindahan masjid. tidak itu saja di Masjid ini kaum laki dan Perempuan di pisah sehingga tidak bisa saling menatap dan tidak menimbulkan rasa risih.
Apa Bedanya Dengan Masjid Yang Lain??? 

Kita lanjutkan perjalanan menuju Utaranya Lombok. di daerah ini banyak sejarah yang tersimpan akan penyebaran Islam Menurut beberapa catatan, penyebaran agama Islam melalui Bayan dilakukan Sunan Prapen, keturunan dari salah seorang Wali Songo yakni Sunan Giri. Namun, tak diketahui persis mengapa Bayan menjadi tujuan pertama Sunan Prapen.

Banyak yang menebak Sunan Prapen melakukan pelayaran dalam upaya penyebaran Islam ke wilayah timur nusantara dari Gresik lewat pantai utara Jawa. Dia tidak berlabuh ke Pulau Bali, tapi langsung ke Bayan.

Dari geografisnya, Bayan berada di tepi pantai utara Lombok sehingga sangat mungkin Sunan Prapen melempar sauh di sini. Belakangan, Sunan Prapen diperkirakan ke Pulau Bali setelah dari Sumbawa dan Bima.

Anggun Zamzani (2009) dalam penelitiannya mengenai “Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Lombok Abad XVI-XVIII” menemukan agama Islam masuk ke Pulau Lombok pada abad XVI melalui misi yang dipimpin Sunan Prapen, putra Sunan Giri.

Mengenai bukti berkembangnya Islam di Lombok dapat dilihat dari adanya peninggalan masjid kuno yang ada di Bayan, Lombok Utara, yang disebut dengan Masjid Bayan Beleq.

 
Masjid Kuno Bayan

Ada hal yang unik antara masjid di pulau Lombok yaitu mengenai kubah masjid yang ada di Lombok utara Umumnya memiliki Kubah tumpang dibandingkan masjid yang lain. Kita kembalikan ingatan kita mengenai sejarah atap yang menghiasi masjid.
Masjid pada awalnya tidak memiliki kubah, masjid Nabawi-pun hanyalah bangunan segiempat beratapkan daun kurma sehingga terlihat sangat sederhana, ternyata kubah memang bukan berasal dan berakar dari arsitektur Islam, hal ini diperkuat oleh pernyataan arsitek terkemuka, Prof K. Cresswell dalam Early Muslim Architecture yang menyebutkan bahwa pada desain awal masjid di Madinah sama sekali belum mengenal kubah.
Apabila menelisik lebih jauh sejarah kubah, ternyata kubah sudah dikenal manusia sejak 6000 tahun yang lalu oleh bangsa Mesopotamia, namun penggunaan kubah baru berkembang pesat di periode awal masa Kristen.
Melihat kemegahan gedung-gedung Kristen dan romawi yang menggunakan kubah, maka tergugahlah para khalifah untuk membangun masjid dengan kubah yang megah. Saat khalifah Abdul Malik (685-688) berkuasa, dibangunlah masjid dengan bentuk kubah yang lebih dikenal sebagai masjid Umar di Yerusalem.
Di Indonesia misalnya, justru banyak ditemukan masjid dengan arsitektur khas Jawa, yaitu atap mengerucut ke satu titik puncak, tumpang dua, sampai lima tumpuk. Atap masjid berbentuk kubah baru masuk ke Indonesia akhir abad ke-19. Begitu juga di Lombok.
Bersambung Kita buka puasa dulu!!!!
      edit

0 comments:

Post a Comment