Friday, 3 June 2016

Published 21:35 by with 0 comment

Hutan dan Gaya Hidup Modern



Gaya hidup modern adakalanya membuat manusia menjadi tidak lagi peka terhadap lingkungannya. Segalanya melulu tentang bergegas dan mengejar. Kendaraan bermotor dengan berbagai jenis dan merk kini semakin menyesaki jalanan sebagai upaya untuk berlomba dengan waktu. Dan tentu saja konsekwensi logis dari keadaan ini adalah bahwa oksigen disekitar menjadi tak lagi nyaman untuk dihirup, suhu menjadi lebih panas dari sebelumnya, dan keadaan kian terasa bising. 

Tentu saja, manusia tak harus kembali ke zaman Flinstone jika ingin menikmati bumi yang nyaman untuk ditinggali. Ini keniscayaan yang harus dihadapi dan akan terlalu naïf jika kita membayangkan sebuah dunia tanpa kendaraan bermotor sama sekali. Kita hanya perlu sedikit peduli terhadap lingkungan sebagai keseimbangan atas apa yang kita lakukan selama ini. Dan salah satu yang mendasar dari semuanya adalah dengan pelestarian hutan. Hutan adalah sebuah tempat di mana terdapat sekumpulan flora dan fauna bermukim. Dari salanah berton-ton oksigen diproduksi guna dikonsumsi oleh manusia tiap harinya. Tidak hanya itu, menurut beberapa ahli konon untuk satu hektar hutan dapat menyimpan sekitar 900 meter kubik air tanah tiap tahunnya, dapat mentransfer air sekitar 4000 liter per harinya, mampu menurunkan suhu sekitar 5 sampai 8 derajat celcius dan meredam kebisingan antara 30 hingga 80 persen. Dan yang paling relevan dengan keadaan kita saat ini adalah bahwa pepohonan tersebut mampu menetralkan polutan yang dihasilkan kendaraan bermotor (C02 dan H2O) melalui O2 yang mereka hasilkan. 

Kita punya banyak referensi yang bisa di gunakan untuk upaya mencintai hutan. Tak perlulah kita melongok ke negara lain bagaimana mereka menjaga hutan-hutannya. Kita hanya perlu sedikit kembali menengok kepada budaya dan kearifan lokal warisan nenek moyang kita untuk benar-benar peduli dengan hutan. Hampir di semua daerah di Indonesia memiliki kearifan lokal dalam hal menjaga kelestarian hutan ini. Jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 220 juta jiwa, menurut data statistik kependudukan tahun 2010 sekira 78 persennya tinggal di wilayah pedesaan dan rata-rata berada di sekitar wilayah hutan. Masyarakat yang dekat dengan kawasan hutan ini tak perlu diragukan lagi, bahwa mereka pada umumnya memiliki kemampuan, pengalaman hidup dan kearifan lokal dalam hal pengelolaan sumber daya alam sekaligus pemanfaatannya, yang dalam hal ini dikembangkan secara turun temurun.

Dan karena pengetahuan akan pelestarian hutan dari pola-pola yang berkembang pada kearifan lokal merupakan akumulasi dari pengetahuan mereka selama berinteraksi secara simultan dengan lingkungan sekitarnya (pengamatan dan pengalaman), maka tentu saja pola-pola yang terdapat dalam kearifan lokal ini pun bisa jadi akan berbeda-beda di tiap daerah meski dengan tujuan yang sama. 


      edit

0 comments:

Post a Comment