| Sumber Google |
Tahun 2014 lalu, franchise
Teenage Mutant Ninja Turtles di-reboot. Para kura-kura ninja diganti
dari mengunakan kostum menjadi karakter CGI dengan penampilan yang
terlihat sangar. Walau Shreddernya jadi nampak seperti Transformers
karena kostumnya terlihat seperti Megatron, namun menyajikan kisah
origin yang cukup menghibur. Dari pertama kali team kura-kura ninja
diperkenalkan hingga pertarungan terakhir melawan Shredder.
Untuk sekuelnya, berlatar satu tahun
setelah kejadian di film pertama. Donatello (Jeremy Howard), Leonardo
(Pete Ploszek), Raphael (Alan Ritchson) dan Michelangelo (Noel Fisher)
masih bersembunyi di kegelapan. Shredder yang kali ini diperlihatkan
mukanya (Brian Tee) berhasil kabur dari mobil tahanan dengan bantuan Dr.
Baxter Stockman (Tyler Perry).
Ada yang membingungkan dengan Out of the Shadows
jika dibandingkan dengan film sebelumnya. Ada beberapa adegan yang
terasa janggal dan tidak ada penjelasan lebih lanjut. Terutama ketika
Shredder menemui Krang. Mengapa pada pertemuan pertamanya
tersebut Shredder merasa biasa saja bertemu dengan alien berbentuk otak
yang bisa berbicara yang tinggal di dalam perut sebuah robot berbentuk
manusia. Jika mereka pernah bertemu, mengapa tidak ada penjelasannya?
Alur film Out of the Shadows
juga terkesan buru-buru. Mungkin karena ada beberapa karakter baru
seperti Krang, Beebop, Rocksteady, dan Casey Jones yang ingin
ditampilkan. Akhirnya ada scene-scene yang terkesan terlalu dipaksakan. Jangan
salah, adegan-adegan aksi yang ada di film jauh lebih seru dan jauh
lebih banyak porsinya jika dibandingkan dengan film sebelumnya, Namun
entah kenapa,seperti terasa hampa. Aksinya seru, tapi tidak membuat
adrenalin menggebu. Untuk jokes nya juga tidak terlalu pecah. Beda
dengan film pertamanya yang terkesan heboh.
Kehadiran karakter Krang sendiri yang menjadi tokoh antagonis utama seharusnya bisa lebih spesial. Tapi kehadirannya terasa aneh dan garing. Apalagi ketika penonton sedang mencoba mencerna kehadiran Beebop dan Rocksteady yang telah bertransformasi menjadi mahluk mutan, tiba-tiba muncul mahluk asing yang ingin menginvasi planet Bumi di kota New York.
Penampakan Shredder yang sebenarnya mengenakan kostum yang lebih mirip di komik atau serial animasi bersama tangan kanannya, Karai sungguh sangat mengecewakan. Terutama Shreddernya, yang di awal-awal film terlihat ganas namun ternyata melempem di akhir.
Kehadiran karakter Krang sendiri yang menjadi tokoh antagonis utama seharusnya bisa lebih spesial. Tapi kehadirannya terasa aneh dan garing. Apalagi ketika penonton sedang mencoba mencerna kehadiran Beebop dan Rocksteady yang telah bertransformasi menjadi mahluk mutan, tiba-tiba muncul mahluk asing yang ingin menginvasi planet Bumi di kota New York.
Penampakan Shredder yang sebenarnya mengenakan kostum yang lebih mirip di komik atau serial animasi bersama tangan kanannya, Karai sungguh sangat mengecewakan. Terutama Shreddernya, yang di awal-awal film terlihat ganas namun ternyata melempem di akhir.
Malahan Beebop dan Rocksteady yang
terlihat lebih mencuri perhatian dibandingkan karakter-karakter penjahat
yang ada di film ini. Bukan hanya tampilan visual mereka yang keren dan
akurat dengan versi animasi 80-an tapi juga kepribadian mereka membuat
karakter mutan berbentuk badak dan babi hutan ini menjadi lebih hidup.
Tokoh Casey Jones (Stephen Amell)
yang tadinya diharapkan memberi bantuan pada film ini sepertinya juga
kehadirannya hanya sebagai tempelan saja, Kisah cintanya dengan April
O’Neil (Megan Fox) chemistry nya kurang. Malahan disini Megan Fox
sebagai April O’Neil terkesan lebih menghidupkan karakter nya dibanding
film pertamanya yang terkesan sebagai pemanis saja.
Ada beberapa easter egg
Teenage Mutant Ninja Turtles versi klasik baik itu serial animasi
jadulnya atau film kedua (Teenage Mutant Ninja Turtles II: The Secret of
the Ooze, 1991) yang diselipkan oleh sutradara David Green di dalam
film. Tapi sayangnya, easter egg itu tidak membangkitkan kenangan
nostalgia yang spesial. Cameo Judith Hoag (pemeran April O’Neil) juga
di-cut, sayang sekali.
Overall, film ini masih bisa menghibur fans kura-kura ninja, terutama anak-anak. Aksi keempat ninja bersaudara yang berjibaku untuk menyelamatkan kota New York dari bencana kehancuran masih bisa membuai. Tapi untuk penonton yang berusia lebih dewasa, mungkin akan merasa ada sesuatu yang kurang menggigit pada jalan cerita film berdurasi 100 menit lebih ini.
Overall, film ini masih bisa menghibur fans kura-kura ninja, terutama anak-anak. Aksi keempat ninja bersaudara yang berjibaku untuk menyelamatkan kota New York dari bencana kehancuran masih bisa membuai. Tapi untuk penonton yang berusia lebih dewasa, mungkin akan merasa ada sesuatu yang kurang menggigit pada jalan cerita film berdurasi 100 menit lebih ini.
Sumber: cinemags.id
0 comments:
Post a Comment