Showing posts with label Patah Hati. Show all posts
Showing posts with label Patah Hati. Show all posts

Thursday, 20 October 2016

Published 20:06 by with 0 comment

Si Bujang

Setelah sekian lama aku ng menulis karena aku yang sok sibuk. Bagai mana kabar semuanya semoga sehat selalu.

Pada tulisan kali ini aku akan menceritakan kisah seorang bujang yang terlena karena cinta. Saking cintanya apa yang di suruh oleh kekasih pujaan hatinya iya turuti.

Waktu itu si bujang mulai mengijakkan kakinya disalah satu universitas ternama yang ada di daerahnya. Kira kira usianya si bujang kala itu 18 tahun.  Seiring waktu peralihan antara remaja menuju jenjang yang dewasa di hisai dengan jatuh cinta. Si bujang mulai jatuh cinta dengan teman sekelasnya yang satu jurusan dan satu program studi di bangku kuliahnya. Sebut saja nama wanita tempat dia jatuh hati itu si gadis. Si gadis merupakan kekasih pertama dan cinta pertama si bujang. Si gadis merupakan anak pulau seberang.  Si bujang dan gadis memiliki kesamaan yaitu sama sama anak pertama.

Kisah cinta si bujang dan gadis tidak akan kuceritakan sejelas mungkin. Kisah cinta si bujang saat ini sudah menginjak tahun ke tahun. Perjalananan yang yang begitu panjang ini tentunya banyak cerita tergambar dari kisahnya. Kadang pahit manis sudah mereka temui. 

Pertengkarang kadang terjadi tapi disinilah si Bujang diuji kedewasaanya. Si bujang tidak pernah larut dalam pertikaian yang dihadapinya membuat romantisme semakin kuat. Ujian demi ujian ia lalui hingga datang suatu waktu dimana dia terpisah. Jarak membuat cintanya diuji.

Kadang hal-hal sepele menjadi masalah besar, mulai dari jarang balas chat hingga kecurigaan sering muncul. Kesibukan mereka membuat lupa akan semuanya. Akan tetapi keinduan si bujang dan rasa cinta nya tidak terkalahkan walau jarak memisahkannya.

Kali ini ujian itu datang begitu dahsyatnya menghantam pikiran dan perasaan si bujang. Gadis yang di kenal dulu kini berubah entah kenapa. Atau mungkin si bujang yang begitu lama tanpa kepastian meminang si gadis. Si bujang bukannya tidak ingin meminang si gadis tapi keadaan yang membuat segalanya diperhitungkan, sebab si Bujang kini menjadi tumpuan keluarga. Membiayai adik adiknya yg sekolah mulai adaknya yang duduk di ku SD hingga membiayai adiknya yang kuliah. Sulit memang jika di lihat cobaan si bujang.

Entah  apa yang mengerogoti pikiran si gadis hingga memberikan tantangan ke bujang. Malam itu ketika si bujang baru pulang dari rutinitas mencari sesuap nasi. Ada sepatah pesan yang merubah raut wajahnya. Pesan itu berisi tantangan untuk menikahi gadis. Bayangkan jika si gadis minta nikah wajar saja akan tetapi si gadis memberikan batas waktu buat dinikahi. Si bujang di berikan waktu 7 hari untuk datang melamarnya. Bayang kan 7 hari dapat duit dari mana. Si bujang mulai pusing dan gelisah semua upaya iya lakukan mulai dari menjual motor kesayangannya hingga semua yang iya miliki di jual. Tapi hasilnya tidak ada. Mungkin nasib baik tidak memihak si bujang. Tidak ada satu pun yang mau menawar motor butut yang iya jual. 

Sulit memang melupakan orang yang pernah hadir dalam hidup si bujang terlebih waktu yang tidak singkat. Bukan hanya tantangan gagal nikah yang iya hadapi, tapi si bujang di ancam tidak boleh menghubungi si gadis jika dalam 7 hari tidak terpenuhi permintaannya. Sosial media nomer telpon hingga email akan di blokir. 

Kini si bujang mulai kehilangan harapan entah apa yang iya lakukan. Apakah mempertahankan cintanya atau sebaliknya.
Permasalaha yang dihadapi diceritakan ke orang tuanya. Tapi sayang hidup dikeluarga yang serba berkecukupan tidak menjawab kegelisahaanya. Orang tuanya tidak bisa membantu apa yang sedang dialami si bujang. Orang tua nya yang sakit-sakitan dan sudah mulai menua terlihat dari cara jalan hingga perubahan warna rambutnya tidak lagi produktif mencari nafkah dan uang untuk membantu si bujang memenuhi tantangan kekasih hatinya.

Si bujang walaupun sudah mendapatkan pekerjaan tapi gajinya hampir semuanya iya sisihkan buat kebutuhan keluarganya. Gaji si bujang tidak seberapa hanya cukup buat makan sudah habis, apalagi untuk disisihkan menabung.

Si bujang mulai bertanya entah kenapa si gadis memberi tantangan seperti ini apakah dia tidak lagi cinta, atau ini hanya alasan supaya si bujang meninggalkannya. 

Melihat si bujang yang semakin hari terlihat murung wajah yang dulu ceria kini terlihat kusam dan tak bersemangat. Dulu si bujang yang begitu bersemangat kini tidak lagi terlihat. Badan si bujang mulai terlihat kurus. Bagaimana tidak kekasih yang iya cintai tidak lagi seperti yang iya sering ceritakan ke aku. Entah si gadis sudah milik orang si bujang juga tidak tau sebab hubungan jarak jauh membuat semuanya jadi seperti ini. Tau sebaliknya si gadis hanya alasan saja untuk meninggakan si bujang.

Malang sekali nasib mu. Seandainya aku diposisi si bujang mungkin sama yang akan ku rasakan. Begitu sulit memang melepaskan orang yang betul-betul kita cintai. Walau hubtungan jarak jauh si bujang tetap setia. Karena si bujang memberikan kepercayaan sepenuhnya ke si gadis.

Kini si bujang menghabiskan waktunya dengan hal-hal positif. Tapi kegalauan masih tergambar dimuka si bujang. Dan si bujang tidak lagi dapat mendengar kabar dari si gadis karena semua akses untuk menghubunginya tidak ada lagi karena perjanjian yang sebelumnya iya sepakati untuk tidak lagi mengganggu hiduo si gadis jika dalam tujuh hari tidak di penuhi permintaannya.

Dari pengalaman si bujang memberikan aku pelajaran. Bahwa apa yang kita pikirkan dan rencanakan tidak sepenuhnya di terima oleh orang lain. Selain itu aku banyak belajar dari si Bujang sebab cinta itu tidak boleh melampaui dalam kata lain cinta ketika di ujung teratas ketika jatuh akan menimbulkan rasa sakit yang sanagat perih. Ini merupakan rahasia Allah yang kita tidak ketahui. Sebab semua rencananya lebih indah dan terarah dari pada rencana yang kita buat. Masalah sakit hati, patah hati bahkan kegalauan itu suatu hal yang wajar bagi manusia karena tuhan menciptakan hati untuk merasakan hal-hal itu. Cara yang kita lakukan untuk mengobatinya dan menghadapinya pu haru sewajarnya. Seperti dilakukan si bujang. Yang teguh dengan pendirian dan imannya. Seandainya orang yang tidak berpikir mungkin si bujang menghabiskan waktunya dengan hal-hal negatif mulai dari bermain dengan narkoba buat menenangkan diri tapi itu tidak mempengaruhi si bujang. Karena menurut si bujang Allah mengetahui semua pa yang si bujang tidak ketahui.

Kesabaran dan keiklasan si bujang bagian dari cara untuk belajar move on. Hanya saja menurut saya si bujang terlalu polos dan berharap tapi tidak di mengerti oleh si gadis. 

Suatu saat pasti si bujang menemukan orang yang benar-benar mencintainnya. Sebab cinta tidak boleh di paksakan.

Read More
      edit

Friday, 30 September 2016

Published 08:31 by with 0 comment

Haruskah Aku Membenci IBU

Aku harus mau nulis apa tentang sebuah kisah yang dialami salah seorang yang aku kenal. 

Sebelum memulai senam jari ini aku mau sedikit kasih tau siapa sebenarnya orang yang aku mau ceritakan. 

Lahir dari sebuah keluarga sederhana dari pasangan suami istri yang tidak pernah mengeluh akan keadaan. Kehidupan yang begitu suram ia hadapi. Mulai dari numpang sana sini untuk tinggal bersama anaknya. 

Di zaman rezim soeharto tepatnya tahun 1992. Seorang yang aku kenal ini memiliki adik yang terlahir dengan membawa keberkahan. Sang ayah diterima menjadi PNS disalah satu kementerian. 

Oke jika menceritakan kisahnya mungkin tidak ada henti-hentinya, salah seorang yang aku kenal ini memiliki 4 adik perempuan yang sangat cantik. Dia menjadi satu-satunya cowok ganteng di keluarga kecilnya. Oh ya lupa bukan di saja yang ganteng tapi ayahnya.

Salah seorang temen ini mulai beranjak remaja hingga dewasa. semua keadaan iya lalui. Sekarang dia menjadi sarjana disalahsatu universitas ternama di daerahnya. 

Menjadi anak cowok satu satunya tidak membuat dirinya menjadi bermanja-manja. Sering iya menentang orang tuanya jika dia dibedakan dengan adik-adiknya. Karena iya merasa memiliki hak yang sama.

Sudah hampir 4 tahun lamanya iya meninggalkan bangku kuliah. Berbagai daerah iaya kunjungi guna mencari sesuap nasi. Mulai dari Kalimantan. Bermodalkan motor butut yang iaya miliki di jual guna mencari sebuah pengalaman baru. 

Tak terasa di usianya yang kebanyakan orang menyebutnya matang buat membina sebuah keluarga kecil.  Oh iya, teman ku ini memiliki pacara dan hampir genap 8 tahun iya pacaran.

Dari sinilah bermula sebuah cerita.

Sebelumnya aku mau membahas mengenai IBU karena satu kata ini awal dari semuanya. Ibu merupakan sosok yang luar biasa. Tidak tanggung-tanggung agama mengatakan bahwa surga itu di bawah telapak kaki ibu. Bukan lantas kita harus membersihkan kakinya atau mencium kakinya. Ini merupakan sebuah kiasan.

Di tengah perjalanan tahun 2016, pemuda dari kampung ini mempunyai harapan untuk meminang sang kekasih yang iya tidak tangung-tanggung berhubungan sangat lama. Ya... kalau di ibaratkan kredit mobil kemungkinan sudah lunas.

Sang pemuda ini dengan penuh percaya diri memberanikan dirinya untuk datang ke rumah sang kekasih untuk merajut komitmen nya. Menceritakan apa harapannya kedepan bersama sang kekasih. Dia pun mengutarakan janjinya untuk meminang kekasihnya di hadapan kedua orang tua si gadis itu. 

Hari pun terus berjalan bagaikan perputaran roda motor di jalan lurus yang sepi. Dan hingga hapir tiba waktunya. Entah ini nasib sial ataukah ini sebuah ujian. Ketika sang kekasih menanyakan kejelasan janjinya iya mulai bertanya ke orang tuannya sendiri. Mulai dari uang yang di kumpulkan bersama sang ayah. Tapi tuhan berkata lain.
Memang benar segala payang kita rencanakan walaupun matang menurut kita tapi tuhan lah segala pemberi kepastian. Seluruh isi tabungan yang puluhan juta hampir ratusan itu sunyi tanpa ada kabar. Entah ini durhaka atau apa namnya. 

Pemuda itu mulai mempertanyakan nasib uang yang iya kumpulkan bersama ayahnya. Ternyata uang itu tidak ada lagi tersisa serupiah pun. Aku ng mau menceritakan secara detailnya mengenai uang itu. Yang jelas sang pemuda ini mulai lesu, mulai merasakan prustasi.

Dia merasa bersalah sudah terlanjur berjanji. Hingga semua alasan iya lakukan agar hubungannya dengan sang kekasih berakhir. Mulai dari sengaja menguplod photo cewek di branda sosmednya hingga tidak tangung-tangung iya meminta sang kekasih mencari penggantinya. Sang kekasih mulai marah. Kenapa iya lakukan semua ini. Disisi lain iya tidak mau menceritakan aib keluarganya dan disisi lain prasaan mulai bersalah hingga malu menghiasi hari-harinya.
Suatu hari tanpa disadara keluarga sang gadis ini menelpon si pemuda. Biasa dia hanya menayakan kabar dan kondisi atau kabar hubungannya dengan si gadis. Dan curahan hatipun tidak terbendung. Terceritakan lah apa yang menimpanya. 

Dan si pemuda ini mulai jujur ke sang kekasih. Lewat telpon dia mulai menceritakan yang sebenarnya  

“ aku (si pemuda) minta maaf sebelumnya, aku sengaja melakukan hal-hal konyol agar kamu marah dan mulai membenciku hingga kamu memutuskan hub denganku. Aku sengaja melakukan itu agar kamu mendapatkan orang yang terbaik. Sekarang semua harapan ku semua janjiku untuk bersamamu telah sirna. Haruskah aku menyalahi ibu ku bahkan haruskah aku membenci nya. 


Aku tidak bisa lagi mengutarakan janji karena aku paham akan kondisiku, beban semakin bertambah karena pristiwa yang melanda dikeluargaku. Aku memang ng pantas buat kamu. Semoga kamu menemukan orang yang tepat untuk mendampingi mu”

Clotehan sang pemuda ini semakin menjadi-jadi terlihat darinya kucuran airmata mulai membasahi pipinya.

Dan akhir cerita sang pemuda itu kini tidak lagi bersama si gadis. Entah iya merasa tidak percaya lagi atau entah iya merasa si pemuda itu tidak menjanjikan buat di ajak mengarungi bahtera samudra kehidupan rumah tangga.

Cerita ini hanya sebagian yang aku tau. Aku tidak begitu mendalami yang aku tau ada sebuah ruang permasalahan dalam diri si pemuda yang begitu kompleks. Disisi lain dia harus menanggung beban keluarga. Disisi lain dia menanggung malu dan rasa kecewa.
Semoga apa yang kita harapkan dan apa yang kita rencanakan tercapai. Hanya saja dari kisah ini menuntut kita untuk bagaimana bersikap dewasa.

Read More
      edit