Tuesday, 4 October 2016

Published 20:38 by with 0 comment

Lolos dari Maut di Sembalun



Setiap kerjaan pasti ada resiko nya baik yang bisa di prediksi maupun yang hanya Allah yang tau.  Sebagai seorang yang yang mengantungkan hidupnya di sebuah NGO mengajarkan Aku berbagai macam hal mulai dari mengenal pemerintahan pola dan sistem dalam lingkaran birokrasi.  Bukan hanya di lingkar pemerintahan di lapangan pun tercipta ruang ruang kosong yang siap aku isi entah itu dengan  berbagai macam cara untuk terjalinnya sebuah silaturahmi dan terjalinnya juga hubungan yang baik. Sebagai seorang yang terlahir dan memulai karier di lapangan sering menemukan hal-hal yang kadang sulit untuk di dapatkan, mulai dari teman baru, keluarga baru hingga kejadian aneh yang di luar nalar kita.

Aku mau menceritakan kejadian yang baru saja aku alami. Kejadian ini bukan minggu lalu ataupun bulan lalu tapi ini baru saja. Tepatnya tanggal 04 Agustus 2016 pukul 18.12 wita.

Mengelilingi Lombok sebagai sebuah pulau yang menyimpan sejuta keindahan suatu anugrah yang tak ternilai. Kegiatan ku bisa saja di sebut working holiday. Kapan lagi bisa seperti ini.

Pagi kira kira pukul 9.30 Wita. Aku mendapatkan email dari kantorku. Email ini berisi tentang agenda kegiatan di bulan Oktober salah satunya mendokumentasikan kegiatan orang orang hebat di Lombok. Salah satunya mengenai kegiatan komunitas energi baru terbarukan. Aku ng bercerita mengenai hal itu tapi mengenai apa yang sudah aku alami barusan.

Tanpa menunggu lama setelah membaca dan membalas email yang berisi arahan untuk cek lokasi pengambilan video. Aku langsung bergegas menuju lokasi. Lokasi yang menjadi rencana kegiatan ini berada di utaranya Lombok. 

Peristiwa ini terjadi kira-kira pukul 18.12 wita. Sebuah keajaiban memihak pada kami, Tuhan masih sayang dengan kami. Jarak hampir kurang 1 meter dari kendaraan yang kami kendarai hampir tertimpa pohon tumbang. Pohon berukuran tiga pelukan orang dewasa tiba tiba tiba tumbang menutupi badan jalan setelah mobil yang Aku tumpangi melintas. Jarak yang begitu dekat membuat Aku dan teman –teman sempat bengong.

Bayangkan seandainya lambat beberapa detik saja pohon itu pasti menghantam mobil kami. Ini betul betul anugrah dari Allah untuk Aku dan Teman-teman. Dan mobil kami kena beberapa ranting kecil untungan bukan ranting yang besar atau patahan dahan.

Memang di daerah Pusuk Lombok Timur rawan pohon tumbang dan tanah longsor. Kejadian ini juga menimpa Camat Sembalun beberapa bulan lalu  yang mengakibatkan istri beliau meninggal dunia dan pak camat sendiri sempat koma dan alhamdulilah di beri kesempatan hidup lagi. 

Untuk mengurangi dampak dari peristiwa pohon tumbang itu, Aku sempatkan diri untuk melaporkan kejadian ini ke Polsek Suela yang menjadi wilayah dari kepolisian tersebut. Pohon tumbang ini pasti mengakibatkan macet dan tumpukan kendaraan. Bagi kendaraan roda 4 tidak bisa memutar balik karna badan jalan yang sempit begitu juga jalan yang menanjak.

Intinya kita harus tetap berhati-hati dan tidak lupa untuk selalu berserah diri ke Allah SWT.

      edit

0 comments:

Post a Comment