Thursday, 7 July 2016

Published 16:00 by with 0 comment

Mengenal Henna

contoh henna

Ada yang tau Henna atau  pernahkah Anda mendengar mengenai henna? Henna atau yang dikenal dengan nama lawsonia inermis (bahasa latin) ini merupakan tanaman yang tumbuh di negara beriklim panas. Konon henna ini sudah dikenal lama kiranya sekitar lebih dari 5000 tahun yang lalu.

Menurut beberapa ahli sejarah, henna ini berasal dari Timur tengan namun ada beberapa sejarahwan yang beranggapan bahwa henna ini berasal dari India sehingga tidak heran bila henna sangat terkenal di kalangan masyarakat India.

Henna ini merupakan tumbuhan yang banyak manfaatnya, tumbuhan henna ini tingginya berkisar antara 4 hingga 6 kaki dan tentunya sangat aman digunakan baik untuk digunakan sebagai mehendi ataupun cat rambut herbal dan pewarna kuku.

Henna berkhasiat sebagai penyembuh dan tak jarang digunakan sebagai terapi, tentunya henna yang masih sangat alami ya, yang berasalah dari tanaman langsung tanpa mengalami penambahan bahan kimia yang malah berbahaya.

Tanaman ini termasuk dalam jenis Lythracess. Uniknya tanaman henna ini akan selalu berwarna hijau dan mempunyai banyak cabang pada pohonnya.Tanaman henna memiliki umur yang panjang, kiranya ia berumur antara 3 hingga 5 tahun namun ada juga yang kurang dari 3 tahun serta lebih dari 5 tahun, bahkan Anda yang sampai menginjak usia 10 tahun.

Daun pada tanaman henna ini berawarna sedikit putih dengan daun yang lebarnya kira-kira berukuran hingga 4 cm. Tanaman ini tumbuh subur di daerah yang beriklim panas. Ada beberapa negara penghasil henna terbesar yakni India, Mesir, Sudan, serta negara Cina.

Di India, henna ini sangat terkenal, bukan hanya digunakan pada acara khusus atau hari besar saja, karena pada kenyataannya sekarang banyak anak muda yang mengenakan henna di hari biasa. Biasanya merka menggunakan henna sebagai bahan untuk mempercantik diri. Mehendi, merupakan salah satu hal yang sangat disukai para wanita.
berbagai macam bentuk lukisan dengan Henna


Tangan dan kaki akan dilukis dengan indahnya dengan pola yang cantik. Dahulu henna dipercaya sebagai penangkal dari hal buruk semisal tindak kejahatan dan penangkal nasib buruk dan dipercaya pula membawa kebaikan bagi si pemakainya. Maka tak heran, bila henna pada awalnya hanya digunakan pada saat hendak menikah dan hendak melahirkan.
 
Lukisan ditanggan dengan Henna
Henna bukan saja tersohor di India, nyatanya di negara-negara Timur Tengah juga ia sangatlah terkenal. Entah sejak kapan henna semakin menyebar hingga pada hampur seluruh belahan dunia termasuk di Indonesia. Di Indonesia sendiri henna lebih dikenal sebagai innai atau pacar. Seringkali digunakan untuk menghias tangan dan juga mempercantik kuku. 

Sumber: Berita Cianjur



Read More
      edit
Published 08:14 by with 0 comment

Ikan Bakar Tanpa Rencana Di Pulau Lampu

Tepat pukul 12.45 Wita pasukan anti huru hara alias teman teman pecinta jalan-jalan tanpa rencana mulai berdatangan. Dan betul memang tidak sekali ini sebuah perjalanan yang mengasikan di hasilkan dari sebuah aksi tanpa rencana. 

Di persimpangan jalan sebuah rencana tercetus dari seorang teman. Ide cari ikan segar untuk di bakar di pinggir pantai kayak nya sebuah ide yang mengasikan, terlebih dari tadi pagi belum merasakan enaknya nasi. Maklum kerasa masih puasa saja. 

Untuk memenuhi ide dari tersebut, mulailah bergegas menuju salah satu Tempat Pelelangan Ikan (TPI). TPI ini berada di desa Mumbul Sari kecamatan Pringgabaya atau tepatnya biasa di kenal dengan wilayah Labuan Lombok. Di tempat ini segala jenis ikan hasil tangkapan nelayan dikumpulkan dan kemudian di jual untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di sekitaran bahkan menurut nelayan, ikan yang ditangkap juga di jual hingga ke ibu Kota (Mataram).

Kembali ke jalan cerita dari awal. Setelah sampai di TPI, pemandangan unik terlihat. Semua pintu gudang tempat penimbunan ikan tertutup rapat. Perahu nelayan berbaris rapi bagaikan mau pawai. Nelayan sibuk merangkai kata tulisan yang ada di perahunya, hingga pergantian warna demi warna menghiasi perahunya. Ternyata nelayan tidak melaut hari kemarin dan sekarang. Suasana Idul Fitri masih mengema. Nuansa Silaturahmi masih terlihat ramai untuk melepaskan kebencian demi menuju fitrah. Berarti hari ini kita gagal total mendapatkan ikan.
 
Kondisi Di dermaga Tempat pelelangan Ikan (TPI) terlihat perahu berjejer rapi.

Berbagai pendapat mulai bermunculan, ada yang menyarankan ke pasar.  Di pasarpun sepi penjual hanya satu orang yang berjualan itupun ikan hasil tangkapan hari sebelum lebaran. Ikan yang dijual tidak memenuhi kriteria yang diinginkan teman-teman. Lanjut ke pencarian berikutnya.
Pasar Labuan Lombok Terlihat Sepi


Kami pun mulai kebingungan jagan sampai keinginan makan ikan bakar tertunda gara-gara tidak ada yang jualan. Semua mulai bingung sambil duduk manis di perataran parkiran pasar Labuan Lombok. Tanpa di duga-duga salah seorang teman SMP muncul di hadapan kita. Pertanyaan demi pertanyaan muncul dari teman-teman. Menanyakan tempat penjualan ikan. Memang kalau sudah kepingin itu ng boleh di tunda. Ide mantap dari teman SMP tersebut tidak mengecewakan agenda tanpa rencana ini. 
Mencari Ide keman lagi harus mencari ikan


Tidak ada ikan ayam pun jadi. Segera setelah berdiskusi panjang teman tersebut menawakan diri untuk membawa ayam. Maksudnya untuk di bakar menggantikan ikan yang kita cari. Tapi dengan sau syarat harus lokasinya yang jauh seklian berwisata. 

Setelah semua beres mulai dari membersihkan ayam hingga bumbu sudah siap tersedia tiba tiba tercetus ide untuk mencari kan laut sekali lagi. Al hasil ikan pun kami dapatkan.

Pulau lampu salah satu destinasi wisata dengan paasir putih yang cantik menjadi lokasi tempat bakar ikan dan ayam hari ini. Sebelum lari ke ayam dan ikan bakar saya mau memperkenalkan Pulau Lampu. Tapi mengenai sejarahnya akan saya bahas pad tulisan yang akan datang ya. Pulau lampu terletak di Desa Padak Guar, kec. Sembelia Kabupaten Lombok Timur. Lokasi ini menjadi tempat berwisata atau lokasi Favorit wisatawan lokal baik yang berasl dari kecmatan sekitar maupun dari daerah-darerah yag ada di pulau Lombok. Selain tempat berwisata lokasi ini menjadi pelabuahan penyeberangan menuju empat gili yang ada di sana yaitu Gili Kondo, Gili Bidara, Gili Kapal dan Gili Ketagan.
Bakar-membakar di pulau Lampu


Lanjut kemasalah bakar-membakar. Sesampai di lokasi segera kita mengumpulkan kayu bakar. Tidak sulit untuk mendapatkan yang kita cari. Tempat ini bersih hanya saja ada sampah-sampah organik yang terbawa dari lautan seperti potongan potongan kayu. Potongan kayu ini yang kita mamfaatkan untuk di jadikan bara buat bakar ikan dan ayam. Dan akhirnya apa yang kita inginkan tersaji dengan maknyosssss.

Sebenarnya mencari kesenangan itu bersama teman-teman itu ng harus mahal, ngak harus di kafe di mall dan lain sebagainya. Cukup dengan ini saja guratan senyuman di pipi menghiasi saat menikmati makan di pinggir pantai. Inilah kebersamaan yang selalu kita rindukan. Maklumlah untuk mencari jadwal ngumpul itu angat sulit kayak mencari emas di kedalaman 120 meter di bawah tanah. Aduh lebay banget sih.  Aksi tanpa rencana ini memang luar bisa. Terkadang kita merencanakan dari jauh-jauh hari, pas di hari acara malah kesibukan mulai menghantui. 

Semoga kebersamaan seperti ini selalu terjadi hingga tidak bisa di tentukan. Dan akhir dari cerita ikan dan ayam habis tanpa sisa. Maknyossss.
Read More
      edit

Tuesday, 5 July 2016

Published 19:30 by with 0 comment

Takbiran Keliling Kampoeng



Takbiran Keliling kampoeng bermodalkan gerokbak sampah dan Sound System

Setelah sholat isya teriakan minyak mana minyak terdengar. Kerumunan anak-anak kecil mulai memenuhi halaman rumah salah satu warga di kampoeng saya. Malam ini merupakan malam kemenangan umat muslim karena besok hari raya Idul Fitri 1437 H. Pantes saja suasana ribut terdengar. 

Satu persatu obor dari bambu diisikan minyak tanah. Setelah obor terisi minyak barisan mulai tersusun rapi obor pun mulai dinyalakan. Suara sound system mengelegar bagaikan suara konser. Terdengar jelas teriakan takbir mulai bergema menambah semaraknya malam perayaan hari raya. 

Kegiatan malam ini adalah kegiatan takbiran keliling kampoeng. Secara serentak adik-adik mengumandangkan takbiran menambah suasana malam takbiran semakin terdengar hingga ke penjuru kampoeng. 
Suasana malam takbiran bersama adik-adik yang ada di Kmpoeng Batumas saat mengelilingi Desa Batuyang


Dengan fasilitas seadanya malam ini terasa luar biasa. Ini merupakan kali pertamnya diadakannya takbiran keliling dengan nuansa yang berbeda. Bedanya itu full takbiran tanpa ada suara petasan dan adik-adik secara serentak takbir. Dan ini yang pertama takbiran mengelilingi ruang kosong sudut kampung. Gang demi gang kami masuki. Lantunan suara takbiran membuat warga kampung berdiri menyambut barisan kami seraya tersenyum dan ikut melantunkan gema takbir.

Adik-adik pembawa obor

Suatu hal yang baru ini tidak terlepas dari kerja sama teman-teman yang mengatas namakan dirinya pemuda INSANI (Indonesia Masa Kini). Kerja sama yang kompak ini semoga selalu ada pada diri kita. Kami tidak banyak tidak sampai sepuluh orang. Tapi karena kami punya pandagan dan tujuan yang sama yang membuat ini terlaksana.

Ini sedikit cerita dimalam takbiran semoga kedepannya tambah meriah/ akhirya kami dari PEMUDA INSANI mengucapkan selamat hari raya idul fitri mohon maaf lahir dan batin.
Read More
      edit

Monday, 4 July 2016

Published 16:11 by with 0 comment

Macetnya Sudah Mulai Terasa



Kemacetan di Kota Mataram



Hari raya idul fitri 1437 H sebentar lagi. Ada sesuatu yang berbeda dari hari-hari seblumnya yaitu kemacetan. Kemacetan di diakibatkan oleh berbagai sumberbersumber. mulai daari peningkatan volume kendaraan hingga aktivitas dari pasar dadakan yang ada di sepanjang jalan.

Musim mudi telah tiba otomatis volume kendaraan semakin bertambah. Baik dari arak timur (pulau Sumbawa) maupun dari arakh Barat (mataram) mengakibatkan jalur menjadi ramai dan padat merayap. Sebagai seorang pekerja yang kesehariannya selalu menikmati jalan lintas Provinsi sangat merasakan atmosfer kemacetan. Saya jika ada kegiatan di wilayah mataram jarak tempuh dari kantor saya yang berlokasi di salah satu kecamatan. Yang ada di Lombok Timur memakan waktu hingga dua jam lebih. Biasanya satu jam perjalanan.

Mulai hari sabtu  kendaraan dari luar wialayah arah Barat, sudah bermunculan. Para perantau yang pulang mudik kedareah masing-masing, ada yang menuju Lombok Timur, Sumbawa, Dompu hingga Bima. Dan kebanyakan para pemudik memakai kendaraan pribadi, membuat seluruh kawasan jalan raya menajdi padat merayap.

Kepadatan juga mulai terasa, selain di jalan lintas Povinsi, kemacetan mulai terjadi di pusat-pusat belanja. Pemandangan yang tidak biasanya ini mulai terjadi selepas sholat Dzuhur. Ribuan warga masyarakat dari berbagai desa mulai berbondong-bondong mencari barang kebutuhan, ada yang berburu makana dan ada juga yang tidak sabar menyiapkan baju baru untuk merayakan hari kemenangan bagi umat muslim.
 
Masyarakat MUlai memadati Tempat-Tempat Pusat Perbelanjaan terutama Pakaian 
Toko Pakaian, sepatu dan sandal dan berbagai busana mulai terlihat banyak pengunjung. Ditambah lagi banyaknya pedagang jadi-jadian menambah ramainya pusat perbelanjaan.
Semoga dengan kemacetan seperti ini kita diberi kesabaran dan di jauhkan dari kata emosi.
Read More
      edit