Tepat pukul 12.45 Wita pasukan anti huru hara alias teman
teman pecinta jalan-jalan tanpa rencana mulai berdatangan. Dan betul memang
tidak sekali ini sebuah perjalanan yang mengasikan di hasilkan dari sebuah aksi
tanpa rencana.
Di persimpangan jalan sebuah rencana tercetus dari seorang
teman. Ide cari ikan segar untuk di bakar di pinggir pantai kayak nya sebuah
ide yang mengasikan, terlebih dari tadi pagi belum merasakan enaknya nasi. Maklum
kerasa masih puasa saja.
Untuk memenuhi ide dari tersebut, mulailah bergegas menuju
salah satu Tempat Pelelangan Ikan (TPI). TPI ini berada di desa Mumbul Sari
kecamatan Pringgabaya atau tepatnya biasa di kenal dengan wilayah Labuan
Lombok. Di tempat ini segala jenis ikan hasil tangkapan nelayan dikumpulkan dan
kemudian di jual untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di sekitaran bahkan
menurut nelayan, ikan yang ditangkap juga di jual hingga ke ibu Kota (Mataram).
Kembali ke jalan cerita dari awal. Setelah sampai di TPI,
pemandangan unik terlihat. Semua pintu gudang tempat penimbunan ikan tertutup
rapat. Perahu nelayan berbaris rapi bagaikan mau pawai. Nelayan sibuk merangkai
kata tulisan yang ada di perahunya, hingga pergantian warna demi warna menghiasi
perahunya. Ternyata nelayan tidak melaut hari kemarin dan sekarang. Suasana
Idul Fitri masih mengema. Nuansa Silaturahmi masih terlihat ramai untuk
melepaskan kebencian demi menuju fitrah. Berarti hari ini kita gagal total
mendapatkan ikan.
Berbagai pendapat mulai bermunculan, ada yang menyarankan ke
pasar. Di pasarpun sepi penjual hanya
satu orang yang berjualan itupun ikan hasil tangkapan hari sebelum lebaran. Ikan
yang dijual tidak memenuhi kriteria yang diinginkan teman-teman. Lanjut ke
pencarian berikutnya.
![]() |
| Pasar Labuan Lombok Terlihat Sepi |
Kami pun mulai kebingungan jagan sampai keinginan makan ikan
bakar tertunda gara-gara tidak ada yang jualan. Semua mulai bingung sambil
duduk manis di perataran parkiran pasar Labuan Lombok. Tanpa di duga-duga salah
seorang teman SMP muncul di hadapan kita. Pertanyaan demi pertanyaan muncul
dari teman-teman. Menanyakan tempat penjualan ikan. Memang kalau sudah kepingin
itu ng boleh di tunda. Ide mantap dari teman SMP tersebut tidak mengecewakan
agenda tanpa rencana ini.
![]() |
| Mencari Ide keman lagi harus mencari ikan |
Tidak ada ikan ayam pun jadi. Segera setelah berdiskusi
panjang teman tersebut menawakan diri untuk membawa ayam. Maksudnya untuk di
bakar menggantikan ikan yang kita cari. Tapi dengan sau syarat harus lokasinya
yang jauh seklian berwisata.
Setelah semua beres mulai dari membersihkan ayam hingga bumbu
sudah siap tersedia tiba tiba tercetus ide untuk mencari kan laut sekali lagi. Al
hasil ikan pun kami dapatkan.
Pulau lampu salah satu destinasi wisata dengan paasir putih
yang cantik menjadi lokasi tempat bakar ikan dan ayam hari ini. Sebelum lari ke
ayam dan ikan bakar saya mau memperkenalkan Pulau Lampu. Tapi mengenai
sejarahnya akan saya bahas pad tulisan yang akan datang ya. Pulau lampu terletak
di Desa Padak Guar, kec. Sembelia Kabupaten Lombok Timur. Lokasi ini menjadi
tempat berwisata atau lokasi Favorit wisatawan lokal baik yang berasl dari
kecmatan sekitar maupun dari daerah-darerah yag ada di pulau Lombok. Selain tempat
berwisata lokasi ini menjadi pelabuahan penyeberangan menuju empat gili yang
ada di sana yaitu Gili Kondo, Gili Bidara, Gili Kapal dan Gili Ketagan.
| Bakar-membakar di pulau Lampu |
Lanjut kemasalah bakar-membakar. Sesampai di lokasi segera
kita mengumpulkan kayu bakar. Tidak sulit untuk mendapatkan yang kita cari. Tempat
ini bersih hanya saja ada sampah-sampah organik yang terbawa dari lautan
seperti potongan potongan kayu. Potongan kayu ini yang kita mamfaatkan untuk di
jadikan bara buat bakar ikan dan ayam. Dan akhirnya apa yang kita inginkan
tersaji dengan maknyosssss.
Sebenarnya mencari kesenangan itu bersama teman-teman itu ng
harus mahal, ngak harus di kafe di mall dan lain sebagainya. Cukup dengan ini
saja guratan senyuman di pipi menghiasi saat menikmati makan di pinggir pantai.
Inilah kebersamaan yang selalu kita rindukan. Maklumlah untuk mencari jadwal
ngumpul itu angat sulit kayak mencari emas di kedalaman 120 meter di bawah
tanah. Aduh lebay banget sih. Aksi tanpa
rencana ini memang luar bisa. Terkadang kita merencanakan dari jauh-jauh hari,
pas di hari acara malah kesibukan mulai menghantui.
Semoga kebersamaan seperti ini selalu terjadi hingga tidak
bisa di tentukan. Dan akhir dari cerita ikan dan ayam habis tanpa sisa. Maknyossss.



0 comments:
Post a Comment