Dia gadis cuek yang tangguh. Sebut saja namanya Yuni. Sebelumnya aku ng begitu dekat dengan gadis yang lahir dipulau seberang. Awal pertemuan itu ketika aku di minta ngisi sebuah acara. dan kita mulai tegur sapa seperti biasa basa basi ke orang yang baru dikenal. Sebenarnya aku sudah kenal dia bahkan kontak Line nya sudah ada di kontak hape ku.
komunikasi semenjak bertemu sering kami lakukan. Bukan karena maksud ada sesuatu atau sebaliknya. Aku dan dia sering berdiskusi mengenai hal-hal tentang banyak hal. Mulai dari kegiatan yang aku lakukan. Aku seorang yang aktif di kegiatan Sosial terutama berkaitan mengenai pendidikan dan anak-anak. kegiatanku membuat taman baca dan kunjungan ke sekolah-sekolah yang terpencil dan kurang perhatian oleh pemerintah.
berbagai pengalamn sering kami ceritakan. pada suatu hari aku melihat gadis ini kelihatan lesu, lemas dan pucat. seperti tidak ada gairah melakukan aktivitas. dan sebelumnya di pernah mencertitakan kejadian yang menimpanya. Dia pernah kecelakaan akibat tidak sadarkan diri saat mengendarai motor yang di kendarainya.
Dan kejadian itu terulang kembali. Bedanya saat dia terjatuh lemas aku ada disampingnya. Keadaan menjadi panik, masalahnya aku ng bisa menangani orang yang pingsan. Maklum keahlianku berbeda. selang beberapa menit di mulai sadar. Tapi dia mulai merasakan kesakitan. Aku mulai bingung entah apa yang di rasakan. Tapi ada sesuatu yang membuat aku mulai bertanya. Kenapa gadis Tangguh yang aku kenal ini Selalu memegang kepalanya.
pertanyaan demi pertanyaan mulai berkeliaran di benak ku. Apakah dia pas jatuh kemarin kepalanya terbentur atau ada sakit lain yang diderita. Aku mulai menanyakan apa yang menganjal di pikiranku. Pertanyaanku malah di jawab senyuman. Memang benar-benar Gadis Tangguh. Dia sakit sempat-sempatnya senyum.
Aku mulai memaksa untuk meberikan jawaban akan pertanyaan yang aku lontarkan. sambil aku menatap bibirnya, karena penasaran kata atau jawaban apa yang keluar dari bibirnya. sedikit terdiam sejenak sebelum kata-kata itu keluar. tapi anehnya malah di jawab dengan kata perjanjian. Aku diminta berjani untuk tidak menceritakan ini. Entah apa yang ada di pikiran ini gadis. sakit koc di rahasiakan. jika tidak ada yang tau mungkin berakibat buruk. Tapi aku meng iya kan permintaanya.
Aku terkejut ketika kata demi kata keluar dari bibirnya. Hatiku mulai memberontak ingin rasanya berkata tapi sulit keluar. kenap??? pertanyaan mulai menghantui lagi. koc bisa? kenapa harus dia?
Yang membuat aku heran kenapa dia tidak menceritakan hal ini ke kedua orang tuanya. mungkin karena dia tidak mau merepotkan orang tua atau tidak mau orang tuanya kaget.
Aku salut sama dirimu aku merasa malu sebab ketika aku sakit begitu manjanya diriku. Tapi dia semua pekerjaan dilakukan dan itu nonstop. Sungguh kamu itu perempuan tangguh yang aku temui.
Semangat dari dirinya sebagai aura positif buat menaklukan rasa sakit. Aku selalu berdoa semoga kamu sembuh. semoga keceriaan itu terlihat kembali.
0 comments:
Post a Comment