Friday, 25 March 2016

Published 18:47 by with 0 comment

Film Captain America Civil War

Sumber Google
Menjadi pembuka phase 3, Captain America: Civil War secara manis memperkenalkan sejumlah karakter baru yang akan mewarnai Marvel Cinematic Universe. Tanpa banyak mengumbar kisah klise yang tak jelas, karakter Spider-Man dan Black Panther pun langsung bisa diterima meskipun kedua tokoh superhero ini belum memiliki film solonya sendiri. Dan yang pasti, film Captain America: Civil War adalah yang terbaik dari Iron Man hingga Ant-Man.

Sajian terbaik yang ditawarkan MCU

Lebih jauh dari sekedar pembuka kisah Spider-Man dan Black Panther, Captain America: Civil War juga menyuguhkan sebuah konsep cerita yang baru dan segar untuk dinikmati. Konflik yang dibangun pun tak membutuhkan pondasi anyar karena unsur-unsur penyokongnya sudah dijelaskan dari film MCU sebelumnya. Selain itu, karakter masing-masing superhero juga menjadi semakin mantap dengan premis yang tajam, ‘Apakah kita harus dikendalikan?’. Ditambah lagi dengan sentuhan dendam dari tiap konflik personal yang menjadi bahan racikan utama agar film ini pantas disebut sebagai ‘Civil War’, dan ternyata berhasil.

Secara tak resmi, film ini adalah sekuel langsung dari Avengers: Age of Ultron, atau bahkan Mini Avengers. Setelah kehancuran berbagai kota yang diakibatkan saat perang berlangsung, pemerintah dari seluruh dunia kemudian sepakat untuk mengendalikan aksi para Avengers agar tidak lagi ada korban tak berdosa yang berjatuhan. Mulai dari sinilah semua karakter utama menunjukkan sisi lain yang belum pernah ditampilkan dalam film MCU sebelumnya. Membenci beberapa anggota Avengers pun menjadi hal yang wajar, karena sepertinya kita memang diarahkan untuk melihat karakter yang tak 100% baik.

Meskipun diawali dengan isu kendali pemerintah, secara garis besar kisah film ini hanyalah berupa motif balas dendam yang menggerogoti tiap karakternya. Siapa sangka bahwa sisi lain dari tokoh protagonis yang ada dalam sosok Tony Stark dan Steve Rogers justru tampil lebih antagonis dari Baron Zemo yang notabene menjabat sebagai villain utama. Ini bukti bahwa dengan membangun karakter yang utuh, sebuah konflik tetap dapat disampaikan dengan presisi tanpa harus melulu dikuasai oleh sang villain.

Perseteruan antara kedua kubu yang mulai terasa setelah sepertiga durasi membawa arah cerita film ini untuk memunculkan dua tokoh baru, yaitu Spider-Man dan Black Panther. Kedua superhero ini memiliki karakter yang sangat kuat dan cukup kontras jika dibandingkan dengan karakter MCU lainnya. Yang mencuri perhatian memang Tom Holland yang berperan sebagai Peter Parker, ia bak anak sekolahan yang dilema untuk segera menuntaskan pekerjaan rumah atau menyelamatkan dunia. Begitu pula dengan Black Panther yang kental dengan sifat pemimpin yang bijaksana meskipun kadang bertindak gegabah dalam mengambil keputusan.

Menyorot ke pemeran utama, Steve Rogers yang sudah muncul dalam beberapa film MCU kini tampil lebih kharismatik dan lebih pemberontak. Ia semakin kokoh dengan pendiriannya dan memiliki jiwa setia kawan yang sangat tinggi. Justru hal yang sebaliknya terjadi kepada Tony, yang kini terlihat ‘main aman’ dan takut mengambil resiko. Dengan karakter keduanya yang kian berkembang ini menunjukkan bahwa Christopher Markus dan Stephen McFreely adalah penulis naskah sangat mumpuni dalam mengembangkan karakter yang ada. Unsur ‘fun’  yang ada di film MCU lainnya pun masih terjaga dalam Captain America: Civil War, yang sempat hilang di film Avengers: Age of Ultron. Begitu pula dengan penuturan cerita yang mudah untuk dicerna dan dipahami seperti film MCU lainnya.

Gaya Visual

Beralih ke penyutradaraan, Russo bersaudara yang cukup menawan dalam Captain America: The Winter Soldier ternyata belum berani melakukan eksplorasi lebih mendalam dari segi visual storytelling. Bahkan, film Captain America: Civil War ini seperti menggunakan cetakan khas Marvel yang membuatnya terasa datar dari segi visual. Beruntung, banyak adegan aksi ditampilkan dengan perpotongan cepat yang akhirnya membuat film ini terasa begitu dinamis, apalagi saat terjadinya pertarungan jarak dekat menegangkan antara Captain America melawan Iron Man. Jika ditilik, gaya bercerita secara visual yang paling berbeda dari semua film MCU hanya ada di film Thor arahan Kenneth Branagh yang dominan menampilkan gambar miring dan komposisi yang unik.

Faktor pendukung yang kurang maksimal dari film Captain America: Civil War adalah soundtrack yang digunakan untuk membangun suasana. Tak meninggalkan kesan dan hanya lewat begitu saja, musik yang menjadi soundtrack Captain America: Civil War ini sejatinya cukup untuk meningkatkan adrenalin penonton, tapi sayang lagi-lagi tak ada kesan yang tersisa setelah keluar dari bioskop.

Kekurangan lainnya yang perlu digaris bawahi adalah CGI untuk Spider-Man. Kostum yang cerah milik sang manusia laba-laba terlihat jelas hasil buatan CGI yang kurang rapi, sangat menonjol jika dibandingkan dengan CGI yang diterapkan untuk Iron Man, War Machine, dan Falcon. Ini begitu mengganggu jika melihat kostum Spider-Man a la Andrew Garfield yang tampil lebih detail dari versi Tom Holland.

Secara keseluruhan, Captain America: Civil War berhasil menunjukkan bahwa Marvel semakin serius dalam menggarap universe superheronya. Dan jika berkaca dari kebehasilan film ini, maka Russo bersaudara adalah duo yang tepat untuk menangani Infinity War 1 dan 2.

Bila kita menganggap Marvel Cinematic Universe sebagai sebuah serial, maka Captain America: Civil War adalah episode perdana yang kuat untuk season ketiga serial ini. Akhir cerita Captain America: Civil War pun cukup untuk menahan para penonton agar lebih penasaran dengan episode selanjutnya.


Read More
      edit

Saturday, 5 March 2016

Published 03:43 by with 0 comment

Wisata Ke Gili Kondo Lombok Timur

Lombok merupakan surga yang bocor. Ungkapan ini saya dengar ketika menghadiri kegiatan disebuah hotel yang ada di kota Mataram. Kegiatan yang membahas mengenai pesisir Lombok. Lombok memang terkenal dengan keindahan alamnya, Budayanya hingga keramah tamahan penduduknya.
Dalam hal ini saya mau menulis tentang keindahan alam Lombok Timur Bagian Utara. Lombok Timur memiliki banyak Gili. Kebanyakan orang hanya mengenal Gili trawangan, Meno dan air. Akan tetapi masih banyak gili yang belum terpublikasi hingga ke meja para penikmat keindahan dan para pemburu kedamaian alam atau para adventure.
Bertempat di desa padak Guar kec. Sembelia terdapat destinasi yang tidak kalah menariknya dan indahnya dengan tempat yang sudah terkenal hingga mancannegara. Destinasi itu adalah GILI KONDO. Gili kondo bertempat di selat alas. Selat yang menghubungkan antara pulau Lombok dengan pulau Sumbawa. Jika berbicara mengenai Gili kondo kita tidak bisa terlepas dengan keindahan bawah lautnya. Trumbukarang didaerah tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang berkungjung di daerah ini. Selain bawah launya. Kondisi daratan yang masih alami di tumbuhi pepohonan yang masih terjaga kelestariannya.
Hamparan pasir yang putih menghiasi GILI KONDO sehingga terlihat indah. air laut yang jernih bersih menjadi daya tarik buat para pecinta SNORKLING. Di daerah ini sudah ada tempat penyewaan alat –alat Snorkling dengan harga yang relatif murah.
Gugusan pantai yang indah tidak terlepas dari daerah disekitaran GILI KONDO. Di samping gili ini terdapat lokasi yang tidak kalah cantiknya yaitu Gili Bidara dan Gili Kapal. Gili Kapal memiliki cerita yang unik karna Gili ini akan terlihat ketika air laut Surut dan terlihat hamparan yang luas. Walaupun air pasang daratan Gili Kapal jika di kunjungai akan tenggelam hanya setinggi kurang lebih 30 Cm.
Gili Kondo memiliki 12 hingga 20 titik untuk Snorkling. Selain snorkling gili kondo menyajikan keindahan suasana ketika matahari tenggelam (sunset). Sunset di daerah ini memili keindahan dikarenakan seakan akan sang penerang bumi kembali kepangkuan megahnya gunung Rinjani.
Jika diantara para para pengunjung ingin menikmati malam santai bersama keluarga bisa dengan cara berkemah atau ada tempat penginapan yang sederhana terasa kembali kezaman dahulu.
Jika tertarik untuk berkunjung ke Gili Kondo kalian bisa menyebrang lewat padak Guar atau lewat pulau Lampu tinggal kalian pilih mana yang menurut kalian suka. Penyebrangan disana cukup banyak dan aman karna di lengkapi dengan sistem keamanan berupa pelampung dan dilengkapi dengan asuransi dari jasa raharja jika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.
Selamat menikmati keindahan GILI KONDO.
Read More
      edit

Saturday, 6 February 2016

Published 04:38 by with 0 comment

Gili Sulat Gili Tanpa Daratan

Jika kita berbicara tentang keindahan pulau lombok pasti di benak pikiran kita tertuju pada gili trawangan, gili meno,  gili air, Sengigi.  Padahal selain lokasi yang saya sebutkan tadi masih banyak lagi keindahan yang sayang untuk tidak di nikmati keindahannya.





Lombok Timur merupakan daerah yang memiliki banyak potensi wisata yang jarang orang tau. Karena di NTB yang menjadi perioritas dari pemerintah untuk pengembangan wisata adalah Lombok Tengah. Oleh sebab itu Lombok Timur lokasi wisatanya jarang di ketahui.
Pada kesempatan ini saya ingin berbagi lokasi mengenai tempat Wisata yang ada di Lombok Timur.  Tempat yang paling asyik untuk di jelajahi dan di nikmati keindahannya adalah Gili Sulat dan Gili Lawang
Bertempat di wilayah Lombok Timur Bagian Utara tepatnya di desa Sugian Kec, Sembelia  ada dua Gili yang sangat indah untuk di kunjungi. Gili Sulat dan Gili Lawang merupakan Gili yang sebagian besar di tumbuhi Mangrove.  Gili ini merupakan lokasi Konservasi sehingga banyak aktivitas  penelitian yang ada di daerah tersebut. Penyebrangan untuk kelokasi sangat murah dan terjangkau. Pokoknya tidak rugi untuk berkunjung kedaerah ini di jamin menjadi obat penghilang stress pas di bangku kerja.
Read More
      edit